Kamis, 08 November 2012

Peran Guru serta Orang Tua terhadap Minat Baca Anak dan Remaja



Peran Guru serta Orang tua terhadap Minat Baca Anak dan Remaja

Kalau bicara masalah minat baca, memang bangsa Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Keadaan ini sangat kontradiksi dengan status bangsa Indonesia yang dikatakan sebagai Negara berkembang. Karena dalam sebuah statement ahli kenegaraan dikatakan, bahwa “Negara disebut maju dan berkembang kalau penduduknya atau masyarakatnya mempunyai minat baca yang tinggi dengan dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri tersebut”.

Pemerhati anak, Arief Rachman, mengatakan di tingkat masyarakat kelas menengah dan bawah, minat baca pada anak dan remaja memang relatif kurang. Hal ini, kata Arief tak lepas dari peran orang tua serta guru sebagai pendidik. 

Jadi, harus lebih kreatif untuk merangsang minat baca, misalnya guru memperbanyak tugas untuk anak atau orang tua membiasakan anak berinteraksi dengan buku.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat baca anak dan remaja di Indonesia, antara lain:

1.    System pembelajaran di Indonesia yang belum efektif merangsang siswa/mahasiswa untuk membaca.
2.    Banyaknya acara televisi dan wahana bermain di luar rumah yang membuat anak-anak dan remaja enggan untuk membaca.
3.    Banyaknya tempat hiburan, seperti mall, karaoke, bioskop, dll.
4.    Orang tua yang kurang peduli akan perkembangan anak dan remaja dalam hal minat baca.
5.    Adanya persepsi bahwa harga buku atau bacaan masih terlalu mahal, sehingga para orang tua sulit untuk mengeluarkan uang demi sebuah buku bagi anaknya.
6.    Factor-faktor lain seperti lingkungan pergaulan, pendidikan, dan psikologi anak dan remaja yang mempengaruhi kurangnya minat membaca.

Dari beberapa factor di atas, orang tua dan guru dituntut untuk lebih kreatif lagi merangsang anak dan remaja untuk menumbuhkan kemauan membaca.

Di sekolah, guru harus merangsang minat baca anak dengan memberikan tugas-tugas yang bersifat tekstual. Dan di rumah, orang tua harus menanamkan hobby membaca kepada anaknya, bahkan bukan sekedar hobby, melainkan menjadi kebutuhan si anak.

Jadi, bukan hanya guru bertanggungjawab pada siswa, tapi peran orang tua pun sangat diperlukan guna merangsang minat baca pada anak, sehingga ada keberlanjutan kegiatan belajar di sekolah, tatkala orang tua di rumah juga membiasakan anaknya untuk membaca. 



http://resteamcomunity.blogspot.com/2012/11/peran-guru-serta-orang-tua-terhadap.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar